Minggu, 15 November 2015

BERITA INVESTIGASI

Berita investigasi adalah bentuk jurnalisme saat seorang wartawan mendalami sebuah penyelidikan suatu topic yang menarik. Seorang jurnalis investigasi biasa menghabiskan waktu bulanan bahkan sampai tahunan untuk melakukan penelitan dan menyiapkan laporannya.

Contoh Berita Investigasi :

Reportase Investigasi Kerupuk Berbahaya 

Kerupuk merupakan makanan yang disukai banyak orang. Rasanya yang gurih dan kriuk saat dimakan. Dari berbagai macam jenis kerupuk, yang paling sering dijumpai yaitu kerupuk kaleng/aci/tapioka seperti gambar di bawah ini.





Tahukah bahwa ada zat-zat berbahaya yang terkandung didalamnya??

Sejatinya kerupuk itu miskin gizi. Kerupuk hanya sekedar untuk selingan. Meski demikian banyak orang Indonesia yang menggemarinya. 
Namun, kegemaran juga harus dibarengi dengan kehati-hatian.

Fakta dari hasil penelusuran Tim Investigasi Trans menemukan bahwa ada oknum pembuat kerupuk aci dan kerupuk lipat yang mengandung boraks, bleng dan tawas.

Bocil, salah satu oknum pembuat kerupuk tersebut mengatakan bahwa kerupuknya akan kurang laku karena tampilanya akan menarik dan tahan lama. Ironis memang.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa bleng mudah didapat dipasar-pasar. Bleng merupakan boraks yang ditambah garam.

Boraks, zat yang biasanya digunakan untuk membasmi kecoa dan Tawas, yang mengandung alumunium sulfat, biasa digunakan sebagai penjernih air. Perlu diketahui bahwa yang paling berbahaya dalam tawas yaitu kandungan alumuniumnya karena bila terlalu sering dikonsumsi maka akan semakin mengendap didalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan syaraf seperti hingga alzeimer dalam jangka panjangnya.

Perlu diingat bahwa
BORAKS tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah berapapun karena merupakan zat yang berbahaya.

Namun, hal tersebut tidak pernah dipikirkan oknum pembuat kerupuk seperti bocil, mereka hanya memikirkan untung. Hal itu bahkan dipelajari dari pabrik pembuat kerupuk tempat dia bekerja dulu.

Dalam prosesnya dirinya memakai tepung tapioka+terigu dan tak lupa menambahkan tawas dan bleng. Itu agar kerupuk dalam 2-3 hari tidak tengik dan pada kerupuk lipat bias bagus warnanya. Dalam sehari dirinya membuat hingga 50 kg tepung yang disebar ke warung-warung hingga ke luar kota. Dalam satu toples besar berisi 40-50 kerupuk yang dijual Rp 400,- per buah. Bahkan di pabrik besar tempatnya bekerja dulu hingga memproduksi 1-2 kwintal bahan kerupuk tiap hari. Bahkan pemasarannya semakin luas dari mulai armada sepeda, motor, gerobak ke segala penjuru hingga ke perumahan dan restoran.

Hasil penelusuran lainnya yaitu dari 10 sampel kerupuk aci yang dimabil di tempat berbeda, dari warung hingga supermarket ditemukan bahwa dari 10 sampel kerupuk 5 diantaranya terdeteksi mengandung bahan berbahaya termasuk kerupuk buatan bocil dan pabrik tempat dia bekerja dulu. Serta dari uji bulu domba terdeteksi adanya zat pewarna makanan tekstil.


Adapun tips cara menikmati kerupuk yaitu :

Hindari makan kerupuk hanya sebgai snack, jadi sebagi pendamping dengan yang lain

Namun, tetap ada produsen kerupuk yang jujur,
Dalam wawancaranya dengan tim trans investigasi, dirinya mengatakan bahwa sebenarnya tanpa menggunakan zat-zat itu, maka kerupuk dapat maksimal hasilnya apabila pas dalam mangaduk adonannya, sampai matang, mengukus juga sampai matang, seperti soda kue. Dengan cara itu maka 02 akan terikat dengan tepung. Untuk penyedap rasanya bisa ditambah daun bawang.

Biar  bagaimanapun cara yang paling aman adalah membuat kerupuk sendiri dengan kreasi masing-masing.  Untuk saya sendiri entah kenapa memang tidak terlalu gemar dengan kerupuk :). Tapi perlu diperhatikan pula bagi yang gemar dengan makanan yang satu ini untuk mencari kerupuk yang sehat.


  
Sumber : Reportase Investigasi, TRANS TV,
26 Mei 2012



LAPORAN INTERPRETATIF

adalah pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut, menyajikan interpretasi

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
adalah pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut, menyajikan interpretasi

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut, menyajikan interpretasi

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut, menyajikan interpretasi

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
adalah pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut, menyajikan interpretasi

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Laporan interpretatif adalah pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut.

Dari Petani Jadi Bos Penipuan SMS 'Mama Minta Pulsa'

  Dari Petani Jadi Bos Penipuan SMS 'Mama Minta Pulsa'

Kisah hidup Effendi Alias Lekkeng alias Kenz (36), bos penipu SMS 'Mama Minta Pulsa' sungguh sangat drastis jauh berbeda. Efendi yang merupakan sekolah hanya sampai kelas 1 Madrasah Tsanawiyah awalnya hanyalah seorang petani. Kini dia menjadi seorang bos penipu SMS dan mengelola usaha penipuannya layaknya sebuah perusahaan.

Dalam dua tahun menekuni menjadi seorang penipu, dia sudah mempunyai lima anak buah. Bahkan dirinya bisa hidup mewah di kampung halamannya dari hasil menipu.

Kepada wartawan, dirinya mengaku mendapatkan penghasilan Rp3-7 juta perhari. Dari pendapatannya itulah dirinya mempunyai rumah mewah di kampung, dua mobil dan empat sepeda motor.

Pria asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan ini bertubuh tinggi dan kurus. Dia sudah dua kali menikah dan mempunyai anak dari istri keduanya. Istri pertamanya cerai lantaran tak suka Effendi mulai mengelola usaha penipuan.

Effendi mengaku, Dia mulai belajar menipu dari orang-orang di Desanya sejak 5 tahun lalu di Kabupaten Wajo, hanya sebagai sampingan saat Ia sedang tak bertani.

"Banyak disana yang mengelola usaha penipuan seperti ini," kata Effendi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya. Jumat 6 November 2015. Tapi kemudian baru dua tahun belakangan Effendi mengelola usahanya sendiri dan merekrut anak-anak buahnya.

Ada perbedaan antara penipuan yang dilakukan sindikat Sulawesi dengan sindikat Palembang. Penipu sindikat Sulawesi jarang memakai modus mengelabui korbannya dengan cara menelepon dan menyebut anak atau kerabat korban sakit dan butuh dana cepat, ataupun menyebut anak korban tertangkap polisi dan minta uang penebus.

Sindikat Sulawesi, ujar Effendi, lebih banyak beroperasi dengan modus penipuan via SMS dengan meminta pulsa dengan berlagak sebagai 'mama', atau pun mengirim SMS dan meminta seolah-olah agar penerima SMS mentransfer uang ke sebuah rekening.
"Kalau yang menelepon dan mengaku-ngaku anak korban sakit atau tertangkap polisi lalu minta uang, itu khas kelompok Palembang, saya tidak berani karena mudah terlacak," ujar Effendi.

Modus penipuan yang ia gunakan pun saat ini telah berubah dan berkembang. Dirinya mengaku dulu pernah lakukan penipuan dengan modus mama minta pulsa.

"Tapi sekarang tak lagi, sudah kuno modus itu, apalagi orang sudah banyak tahu dan tidak mudah lagi tertipu," ujar Effendi yang menyukai juga sabung ayam.

Untuk menjadi bos penipu, Efendi menjelaskan, dirinya mengeluarkan modal sekitar Rp30 juta. Dana itu untuk membeli modem, laptop, handphone, sim card dan rumah untuk anak buahnya tinggal.

"Uang itu dikumpulin pelan-pelan mas, dari saya awal sendiri hingga saya punya modal buat rekrut orang," jelasnya.

Anak buahnya, lanjut Efendi, tak jauh adalah teman-temannya sesama kampung halaman. Bahkan ada satu sodaranya yang ikut dalam jaringannya.

Modus Penipuan

Efendi pun menuturkan, dirinya saat mengincar korban tidak dengan memilih, akan tetapi dengan cara random atau cara acak.

"Saya mengirim SMS dengan nomor korban yang acak. Dan SMS itu berisi meminta si penerima mentransfer uang ke sebuah rekening. Jadi mau masuk atau tidak itu tidak masalah, ada aplikasi lewat laptop atau komputer," tuturnya.

Setiap harinya, kelompok Effendi mengirim sebanyak 6.000 pesan singkat lalu ada saja orang yang tertipu. Setiap hari Ia bisa mendapat Rp3-7 Juta. Dalam sebulan Ia bisa menghasilkan uang Rp210 Juta.

"Ada satu orang kena tipu Rp1 juta, ada juga yang Rp7 juta," ucapnya.

Effendi menceritakan, sejak membuka usahanya sendiri, Ia tak mau menaruh 'kantor'nya di kampung halamannya. Dia ingin tak satupun tetangganya tahu apa yang Ia lakukan, sehingga saat pulang Ia bisa mengaku sebagai pengusaha biasa.

Effendi kemudian memilih sebuah kontrakan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dia punya 5 anak buah, seluruhnya Ia latih sendiri. Sampai saat Ia tertangkap, Effendi mengaku sudah beberapa kali berganti anak buah.

"Saya pilih Bandung karena udaranya dingin dan sinyal selalu penuh disana," kata Effendi.

Dalam pembagian hasil menipunya, Effendi memakai sistem pembagian hasil dengan anak buahnya. Anak buah yang bertugas melobi korban sampai mentransfer akan mendapat bagi hasil sebesar 25 persen dari uang yang ditransfer korban.

Kemudian anak buah yang mengambil uang di ATM akan mendapat bagi hasil sebesar 7 persen. Dan sisanya untuk Effendi.

Effendi sendiri bertugas mencari rekening penampung. Dia mengaku membeli rekening penampung itu dari seseorang.

"Saya beli rekening dari temen di Jakarta Selatan. Rekening penampung itu saya buang setelah dua atau tiga kali terpakai," ungkapnya. Fungsi rekening penampung itu hanya tempat untuk para korban mentransfer uang.

Setelah itu uang ditarik, lalu dananya dimasukkan ke rekening Effendi dengan cara menyetor di bank ataupun ATM.

Saat ditanya apakah keluarga mengetahui 'bisnisnya', Efendi mengaku keluarga mengetahuinya. Bahkan keluarga sudah memberitahu agar berhenti. Namun, Efendi tetap menjalankan 'bisnisnya' lantaran dari 'bisnis' inilah dirinya mendapatkan materi yang berlimpah.

"Keluarga tahu, sudah bilangin berhenti, tapi saya tetap jalanin karena cari uang banyak dari sini saja," tuturnya tertunduk lesu.

Sebelumnya, Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap delapan orang komplotannya yang beroperasi di Cianjur, dan sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat. Namun Effendi membantahnya delapan tersangka yang ditangkap di Cianjur beberapa waktu lalu merupakan jaringannya.

"Itu bukan saya bosnya. Saya yang di Bandung, anak buah lima, Tapi saya kenal sama bosnya yang di Cianjur, sama-sama dari Sulawesi juga," ucap Effendi yang dahulu bekerja sebagai seorang petani di kampung halamannya.

Dalam aksinya, para pelaku menyebarkan SMS yang isinya seolah-olah si penerima SMS mendapatkan undian berhadiah dari salah satu bank. Korban yang tergiur dan terpancing untuk menghubungi nomor telepon yang dicantumkan pada SMS tersebut akan dipandu ke ATM yang ujungnya malah mentransfer uang ke rekening tersangka.

Referensi :
http://metro.news.viva.co.id/news/read/696553-dari-petani-jadi-bos-penipuan-sms--mama-minta-pulsa-

HARD NEWS

Hard news, adalah berita penting yang harus disampaikan langsung ke publik. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi. Kadang penulisan berita macam ini juga disebut breaking news, spot news, atau straight news.

Ada beberapa ciri-ciri khas dari Hard news :

1. Mementingkan aktualitas. Definisi dari aktual adalah sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau peristiwa yang baru saja terjadi.

2. Memakai sistem piramida terbalik dalam penulisan berita. Artikel berbentuk berita ini memiliki struktur unik, yaitu inti informasi ditulis pada alinea awal (disebut sebagai "lead”) dan data-data penting menyusul pada alinea-alinea selanjutnya.

3. Kelengakapan dari isi beritanya. Lengkapnya sebuah hard news, bisa dipenuhi apabila pemakaian 5W + 1H sudah diterapkan.

4. Untuk memberi informasi. Sebagai jendela, agar para pembaca yang tidak tahu menjadi tahu. 

5. Panjang dari hard news 100-200 kata. Tidak perlu panjang-panjang karena fungsinya memberi info yang aktual dan memenuhi unsur 5W+1H.


Contoh Hard News :

Paris Berdarah, Penembakan brutal dan Pengeboman di Paris.




Terjadi penembakan brutal dan pengeboman di Paris pada Jumat malam (13/11/2015) di dalam gedung pertunjukan konser musik di Bataclan, Paris. Terdapat 128 orang tewas dan 99 luka akibat dari penembakan brutal dan pengeboman tersebut.

Delapan orang pelaku yang melakukan serangan teror di Paris dipastikan tewas. Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah di Paris, Jum'at (13/11/2015) malam lalu.

Kepala North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jens Stoltenberg mengecam aksi penyerangan dan bom di Paris, Prancis.

Stoltenberg mengatakan, serangan mematikan di kota mode dunia itu bukan pertarungan antara ‘dunia’ Islam dan Barat. Dalam aksi serangan tersebut yang harus disoroti adalah kelompok-kelompok ekstremis yang bertindak secara brutal.

Setelah kejadian tersebut banyak warga Paris yang menunjukan solidaritasnya terhadap korban serangan penembakan dan pengeboman berdarah dengan cara mengunjungi alun-alun dan tempat kejadian.

Referensi :
http://jurnal-imkom.blogspot.co.id/2011/02/perbedaan-hard-news-dan-soft-news.html

SOFT NEWS

Berita soft news adalah berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft news umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal waktunya. 

Dari segi bentuknya, soft news masih bisa kita perinci lagi menjadi dua: news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.

Contoh Soft News :

Riau Lumpuh Karena Asap, Warga Minta Jokowi Mundur


Asap Kian Parah, Dosen dan Guru di Riau Minta Jokowi Mundur

Ratusan orang berunjuk rasa di Pekanbaru, Riau, pada Jumat pagi, 23 Oktober 2015. Mereka berdemonstrasi di Jalan Sudirman, tepatnya di samping kantor Gubernur Riau.

Para demonstran terdiri dari dua kelompok massa, yakni Forum Dosen Muda dan Mahasiswa Universitas Riau serta Forum Guru Melawan Asap. Mereka menilai Presiden Joko Widodo tak sanggup menanggulangi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan, terutama di Riau. Soalnya bencana sudah lebih empat bulan. Beberapa upaya dilakukan untuk memadamkan kebakaran tapi kabut asap kian parah.

"Kami mendesak pemerintahan Jokowi-JK, jika tidak mampu mengatasi bencana asap di Sumatera dan Kalimantan, sebaiknya segera mundur dari pemerintahan. Negara ini bukan untuk main-main. Banyak yang dipertaruhkan. Kalau tidak mampu, jangan ngotot bertahan. Mundur saja," kata Hendri Marhadi, pemimpin unjuk rasa itu dalam orasinya.

Massa juga mendesak Gubernur Riau dan bupati di provinsi itu untuk segera mencabut izin perusahaan HTI (hutan tanaman industri) dan HGU (hak guna usaha) yang terbukti dibakar maupun terbakar di Riau. Menurut Hendri, jika perusahaan tidak membakar, kabut asap tidak akan separah sekarang.

"Tidak saja izin yang dicabut, pemilik perusahaan juga harus ditangkap," ujarnya.

Dia juga mendesak Gubernur Riau dan para bupati tidak membiarkan masyarakat terdampak bencana asap yang membahayakan nyawa mereka. Segera sediakan tempat-tempat steril, seperti hotel-hotel, sebagai tempat evakuasi balita dan anak-anak. "Segera sediakan satu tabung oksigen untuk satu rumah," katanya.

Forum Guru Melawan Asap menuntut hal serupa. Mereka meminta Presiden tidak main-main menangani kebakaran hutan dan lahan, idak hanya di Riau, tapi di seluruh Indonesia.

"Kami meminta Kapolri, Jaksa Agung, agar menghukum seberat-beratnya perusahaan dan perorangan yang membakar hutan dan lahan. Kita juga minta Presiden dan para wakil rakyat di Senayan agar segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional," kata Sahran Ritonga, koordinator Forum Guru Melawan Asap Kota Pekanbaru.



Referensi :
http://jurnal-imkom.blogspot.co.id/2011/02/perbedaan-hard-news-dan-soft-news.html
http://search.viva.co.id/search?q=asap+riau

SEJARAH JURNALISTIK

Sejarah Jurnalistik Indonesia - Awal mulanya, sejarah jurnalistik diawali dari komunikasi antar manusia yang bergantung dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Getenberg. 
Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Sebagian pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Java Bode, Bintang Barat, dan Medan Prijaji terbit. 
Pada masa kedudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, dimana setiap korang dilarang. namun pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Sinar Baru, Asia Raja, Suara Asia, Tjahaja, dan Sinar Matahari. 
Dan semenjak kemerdekaan Indonesia yang membawa keuntungan bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asia Games IV, peemrintah memasukkan proyek televisi. Sejah tahun 1962 tersebut Televisi Republik Indonesia hadir dengan teknologi yang layar hitam putih. 
Di Era Presiden Soeharto, media massa banyak dibatasi. Seperti kasus Majalah Tempo dan Harian Indonesia Raya merupakan dua contoh bukti sensor dalam kekuasaan Era Soeharto. Kontrol yang dipegang oleh PWI (Departemen Penerangan dan persatuan Wartawan Indonesia). Dari situasi tersebut muncullah Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wiswa Sirna Galih, Jawa Barat. Sebagian dari aktivitasnya berada di sel tahanan. 
Sejarah kemerdekaan Pers/jurnalis beradap di titik saat Soeharto di gantikan oleh BJ Habibie. Disaat itulah banyak media massa yang muncul dan PWI bukan satu-satunya organisasi profesi. 
Kegiatan kewartawanan diatur oleh UU Pers No. 40. Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.