Rabu, 01 Juni 2016

Komunikasi dalam Tulisan

A. Penulisan Kabar atau Berita

Didalam penulisan kabar atau berita, kita harus menggunakan teknik-teknik tertentu gara penulisan kabar kita bisa menjadi baik dan benar. Unsur-unsur yang terkandung didalam berita harus memuat 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, How).

1. Fact Organizing

Pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menuliskan berita.

2. Lead Decission
Penentuan Lead untuk teras berita.

3. Word Selection
Pemilihan kata yang cocok untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut jangan melompat-lompat agar orang bisa memahami apa yang kita tulis.

4. Start To Write 
Ketika semua hal sudah tersusun rapi barulah kita memulai menulis berita.


B. Penulisan Pesan-Pesan Persuasive

Perencanaan Pesan Persuasif Suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan, atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan.

Di dalam organisasi : Pesan persuasif digunkan untuk menjual idea atau gagasan kepada orang lain, memberi saran agar prosedur operasional menjadi lebih efisien, lalu mengumpulkan dukungan untuk kegiatan-kegiatan tertentu dan meminta bantuan dana/biaya untuk pembiayaan suatu proyek tertentu.

Sebagai pesan-pesan rutin, pesan-pesan persuasif dimulai dengan melakukan :
1.Analisis Audiens
2.Pertimbangan Perbedaan Budaya
3.Memilih Pendekatan Organisasional

Mengembangkan Pesan Persuasif Persuasif yang efektif mencakup komponen penting berikut, yaitu : 1.Menetapkan kredibilitas
2.Kerangka Argumentasi Attention (Perhatian) Interest ( Minat ) Desire ( Hasrat ) Action ( Tindakan )
3.Memilih daya pikat Pemikat Emosional Pemikat Logika ― Analogi ― Induksi ― Dedukasi Pertimbangan Etika


C. Korespondensi ( Surat Menyurat )

Korespondensi adalah suatu kegiatan penyampaian pesan berupa surat antara pihak-pihak yang terkait didalamnya baik itu mengatas namakan instansi maupun perseorangan. Korespondensi bisa juga disebut sebagai kegiatan surat menyurat. Sedangkan untuk pihak yang terkait didalamnya disebut dengan koresponden.

Salah satu media yang digunakan dalam korespondesi adalah surat. Surat adalah sarana atau media penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima secara tertulis dan memiliki prosedur tersendiri dalam penulisannya. Surat memiliki peranan yang penting dalam menciptakan hubungan diantara pihak-pihak yang terkait. Maka dari itu, penulisan surat haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku baik dari segi bahasanya maupun dari segi tata letaknya.

Fungsi Surat:
1. Sebagai penyampai pesan
2. Sebagai wakil atau delegasi pengirim
3. Sebagai pedoman atau petunjuk suatu hal
4. Sebagai bukti tertulis
5. Sebagai alat pengingat
6. Sebagai dokumen penting


http://www.komunikasipraktis.com/2013/11/teknik-menulis-berita.html
http://slideplayer.info/slide/3167245/
http://www.siyusuf.com/2015/05/pengertian-korespondensi-dan-surat.html

Komunikasi Lisan dan Negoisasi

A. Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam pertemuan dan rapat peserta harus mengetahui posisinya di dalam forum tersebut. Setiap peserta diharapkan:
1. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
2. Mampu menjadi komunikator yang aktif namun tidak memonopoli pembicaraan
3. Mampu menjadi komunikator yang responsive namun tidak emosional
4. Mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil
5. Mampu mengendalikan diri

B. Komunikasi Lisan dalan Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi lisan, yang dilakukan menurut struktur pembicaraan tertentu oleh dua orang atau lebih, dengan kontak langsung atau jarak jauh, untuk membahas dan menggali informasi tertentu guna mencapai tujuan tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika wawancara:
1. Bahasa yang dipakai harus baik dan benar
2. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan tidak bertele-tele
3. Penggunaan bahasa harus sopan sesuai pada tempatnya.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain.

Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:

1. Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negosiasi.

2. Planning / rencana, sebelum bernegosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemungkinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.

3. Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.

4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.

5. Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.


http://www.galeripustaka.com/2013/03/definisi-struktur-dan-manfaat-wawancara.html
http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/

Presentasi Bisnis

A. Persiapan Dasar Presentasi Bisnis

1. Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan
2. Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik
3. Menganalisis audiens
4. Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi

B. Penggunaan Alat Bantuan dalam Presentasi

1.Blackboard dan Whiteboard
2. Flip Charts
3. Slide
4. Trnasparasi Overhead Projector
5. Papan Elektronik
6. Video Cassette Recorder (VCR)
7. Panel LCD
8. Proyektor LCD

C. Menganalisa Audiens

1. Siapa audiensnya ? 
2. Apa yang diinginkan audiens ? 
3. Dimana melakukan presentasi ? 
4. Kapan melakukan presentasi ?
5. Mengapa melakukan presentasi ? 
6. Bagaimana melakukan presentasi ?

D. Mempersiapkan Diri dan Mental

Setiap orang yang akan presentasi biasanya memiliki kekhawatiran tersendiri, entah takut bahasa tubuhnya terlihat aneh atau tidak meyakinkan ketika sedang presentasi ataupun alat bantu presentasu yang tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik ketika sedang presentasi. Maka dari itu seseorang yang akan presentasi terlebih dalam hal bisnis harus melatih mental dirinya dan menaikkan rasa percaya diri yang ada didalam dirinya. Kepercayaan diri yang kuat bisa membuahkan keberhasilan pada bisnis yang dituju.


http://slideplayer.info/slide/2728193/

Perencanaan Laporan Bisnis

A. Pengertian dan Jenis Laporan Bisnis

Laporan bisnis ialah setiap dokumen faktual yang menyatakan tujuan perusahaan merupakan sarana manajerial untuk menginformasikan atau memberikan kontribusi pada pengambilan keputusan harus bersifat akurat, lengkap dan obyektif.

Laporan bisnis juga dapat diartika sebagai suatu laporan yang memiliki sifat netral , tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada seseorang tau untuk kepentingan bisnis tertentu.

1. Laporan individu dan laporan resmi
Laporan ini dibuat atas inisiatif seseorang dan oleh karenanya memerlukan rincian dan pendukung yang lebih banyak daripada laporan resmi yang dibuat berdasarkan permintaan pihak lain. pada waktu menyusun laporan individu, pembuat laporan lebih banyak menyampaikan latar belakang pokok laporannya, dan menerangkan tujuan laporan.

2.Laporan rutin dan laporan khusus
Laporan rutin atau laporan berkala diajukan berdasarkan aktivitas yang rutin dilakukan. Laporan rutin biasanya telah dibuat dalam bentuk tetap dengan beberapa kolom kosong pada bagian-bagian tertentu.

3.Laporan internal dan laporan eksternal
Laporan internal pada umumnya bersifat tidak seperti laporan eksternal yang dibuat kebih formal.

B. Bagian Pokok dalam Laporan Bisnis

1. Pendahuluan
Dalam bagian ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan merupakan bagian yang akan ditulis.

1. Pemberi kuasa adalah orang yang meminta laporan
2. Layout atau rencana presentasi yang berisi apa yang akan dibahas dalam laporan bisnis.
3. Masalah yang biasanya diletakkan pada awal-awal pendajuluan sebelum maksud dan tujuan.
4. Maksud penulisan laporan bisnis harus nampak dalam bagian pendahuluan, terdiri dari tujuan , misi, strategi, atau sasaran.
5. Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan untuk sebuah laporan bisnis.
6. Metodologi menyangkut pada cara pengumpulan data atau informasi.
7. Sumber-sumber primer atau sekunder yang meliputi antara lain publikasi, catatan perusahaan, surat, memo, hasil wawancara karyawan, dan sebagainya.
8. Latar belakang dari situasi yang sedang diteliti perlu juga dimasukkan, agar memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap pokok bahasan.
9. Definisi istilah perlu dicantumkan agar tidak terjadi salah penafsiran, manakala di gunakan definisi atau istilah-istilah yang tidak umum ayau lazim.
10. Keterbatasan seperti dana, waktu, biaya, asisten peneliti, atau data yang tersedia.
11. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan dalam suatu laporan bisnis.

2. Isi
Bagian ini berisi inti dari laporan bisnis yang dibuat dan merupakan bagian yang terpanjang dalam laporan tersebut. Pada bagian ini dibahas dan dikembangkan hal-hal yang penting secara rinci.

3. Penutup
Bagian ini berfungsi untuk merangkum laporan yang sudah dibuat secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, atau memberikan rekomendasi.

C. Pengorganisasian Isi dalam Laporan Bisnis

Ada 2 cara yang dapat sipilih untuk digunakan dalam penyusunan isi laporan bisnis, yaitu cara deduksi ( cara langsung) dan cara induksi (cara tak langsung).

1. Cara deduksi : menyampaikan ide pokok terlebih dahulu,  lalu baru dijelaskan hal-hal yang rinci
2. Cara induksi : menjelaskan fakta terlebih dahulu, baru kemudian meberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi

D. Penulisan Laporan Singkat

Karakteristik laporan singkat:
1. Gaya penulisan pribadi yang menggunakan gaya penulisan orang pertama atau kedua
2. Grafik untuk menekankan penulisan
3. Judul dan sub-judul dalam tubuh laporan
4. Format memo atau surat

E. Membuat Laporan Bisnis yang Baik

Tiga hal yang harus dicakup untuk membuat Laporan Bisnis yag baik, yaitu:
1. Informasi yang akurat
2. Isi menunujukkan suatu pertimbangan yang baik dari penulis
3. Format, style, dan organisasi sesuai dengan kebutuhan pembaca


http://belajarkomunikasi.com/pengertian-dan-tahapan-laporan-bisnis/

Pengorganisasian dan Revisi Pesan-Pesan Bisnis

A. Pengorganisasian Melalui Outline

1. Mendefinisikan dan Mengelompokkan Ide-Ide
a. Mulailah dengan ide pokok
b. Nyatakan poin-poin pendukung yang penting
c. Ilustrasi dengan bukti-bukti

2. Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional
a. Pendekatan langsung disebut juga pendekatan deduktif yaitu ide pokok muncul paling awal, diikuti bukti pendukungnya.
b. Pendekatan tidak langsung disebut juga pendekatan induktif yaitu bukti-bukti muncul lebih dulu kemudian baru ide pokoknya.

3. Memilih rencana organisasional yang paling tepat
a. Direct request : penyampaian secara langsung. Misalnya : memo dan surat.
b. Pesan-pesan rutin, Good News, Good will
c. Pesan-pesan bad news
d. Pesan-pesan persuasif : Bila audience sangat tidak tertarik pada pesan-pesan yang anda sampaikan.

B. Pemilihan Kata yang Tepat

1. Menulis dengan ringkas, agar orang cepat mengerti dengan apa yang ingin kita sampaikan
2. Perbaiki gaya tulisan. Misalnya: Pisahkan kalimat yang terlalu panjang, Nyatakan gagasan paralel dalam bentuk paralel.
3. Hilangkan kata-kata yang berlebihan.

C. Membuat Kalimat yang Efektif

Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan tiga hal, yaitu kesatuan pikiran, kesatuan susunan, dan kelogisan. Kalimat yang akan dibuat harus harus menyertakan tiga hal tersebut agar mencapai informasi yang tepat dan baik.


https://imanph.files.wordpress.com/2011/10/organisasi-dan-revisi-pesan.ppt