Rabu, 01 Juni 2016

Komunikasi Lisan dan Negoisasi

A. Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam pertemuan dan rapat peserta harus mengetahui posisinya di dalam forum tersebut. Setiap peserta diharapkan:
1. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
2. Mampu menjadi komunikator yang aktif namun tidak memonopoli pembicaraan
3. Mampu menjadi komunikator yang responsive namun tidak emosional
4. Mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil
5. Mampu mengendalikan diri

B. Komunikasi Lisan dalan Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi lisan, yang dilakukan menurut struktur pembicaraan tertentu oleh dua orang atau lebih, dengan kontak langsung atau jarak jauh, untuk membahas dan menggali informasi tertentu guna mencapai tujuan tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika wawancara:
1. Bahasa yang dipakai harus baik dan benar
2. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan tidak bertele-tele
3. Penggunaan bahasa harus sopan sesuai pada tempatnya.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain.

Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:

1. Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negosiasi.

2. Planning / rencana, sebelum bernegosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemungkinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.

3. Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.

4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.

5. Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.


http://www.galeripustaka.com/2013/03/definisi-struktur-dan-manfaat-wawancara.html
http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar