Minggu, 09 Oktober 2016

(ESSAY) E - Learning

Nama   : Annisa Utami
NPM   : 11613166
Kelas   : 4SA06   

      Di era secanggih ini teknologi merupakan suatu hal yang amat sangat penting di dalam kehidupan manusia. Dengan munculnya teknologi di dalam kehidupan manusia, apalagi didalam era sekarang ini dimana setiap orang sangat sibuk akan masing-masing tugasnya, disitulah Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam hal membantu kegiatan yang akan kita lakukan. Terlebih didalam dunia pendidikan, teknologi mempunyai porsinya sendiri dalam membantu para pengajar dan muridnya. Contohnya yaitu E - Learning. Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho, 2007).

Definisi E-Learning

       Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).

E-learning ini sendiri mempunyai beberapa karakteristik seperti yang telah dikemukakan oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 karakteristik e-learning yang terdiri dari:

1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
2. Memanfaatkan keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer).
3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkannya.
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer.

Dengan demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristik-karakteristik seperti memanfaatkan jasa teknologi, memanfatkan keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik/mahasiswa secara pribadi.

Komponen yang membentuk e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:

a. Infrastruktur e-learning
Infrastruktur e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat berupa Personal Computer ((PC), yakni komputer yang dimiliki secara pribadi (Febrian, 2004)), jaringan komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005)), internet (merupakan singkatan dari Interconnection Networking yang diartikan sebagai komputer-komputer yang terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan perlengkapan multimedia (alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004)). Termasuk di dalamnya peralatan teleconference (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada pada lokasi yang berbeda secara geografis (Febrian, 2004)) apabila kita memberikan layanan synchronous learning yakni proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui teleconference.

b. Sistem dan Aplikasi E-Learning
Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet.

c. Konten E-Learning
Konten e-learning merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.

Dengan adanya kegiatan e-learning, beberapa manfaat yang diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa instruktur dapat:

1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi,
2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak,
3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang,
4. Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.

Kelebihan E-Learning
1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi dengan mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
2. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang tersruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
3. Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

Kekurangan E-Learning
1. Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.
3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.

Sumber :
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-e-learning-definisi-manfaat.html
Hartanto, A. A., & Purbo, O. W. (2002). Buku pintar internet teknologi e-learning berbasis PHP dan MySQL. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Nugroho, W. A. (2007). [online] Available FTP: http://www.ilmukomputer.com
Romisatriawahono. (2008). [online] Available FTP: http://www. romisatriawahono.net/2008/01/23.
Suyanto. (2005). [online] Available FTP: http://www.ipi.or.id/elearn.pdf.

Rabu, 01 Juni 2016

Komunikasi dalam Tulisan

A. Penulisan Kabar atau Berita

Didalam penulisan kabar atau berita, kita harus menggunakan teknik-teknik tertentu gara penulisan kabar kita bisa menjadi baik dan benar. Unsur-unsur yang terkandung didalam berita harus memuat 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, How).

1. Fact Organizing

Pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menuliskan berita.

2. Lead Decission
Penentuan Lead untuk teras berita.

3. Word Selection
Pemilihan kata yang cocok untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut jangan melompat-lompat agar orang bisa memahami apa yang kita tulis.

4. Start To Write 
Ketika semua hal sudah tersusun rapi barulah kita memulai menulis berita.


B. Penulisan Pesan-Pesan Persuasive

Perencanaan Pesan Persuasif Suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan, atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan.

Di dalam organisasi : Pesan persuasif digunkan untuk menjual idea atau gagasan kepada orang lain, memberi saran agar prosedur operasional menjadi lebih efisien, lalu mengumpulkan dukungan untuk kegiatan-kegiatan tertentu dan meminta bantuan dana/biaya untuk pembiayaan suatu proyek tertentu.

Sebagai pesan-pesan rutin, pesan-pesan persuasif dimulai dengan melakukan :
1.Analisis Audiens
2.Pertimbangan Perbedaan Budaya
3.Memilih Pendekatan Organisasional

Mengembangkan Pesan Persuasif Persuasif yang efektif mencakup komponen penting berikut, yaitu : 1.Menetapkan kredibilitas
2.Kerangka Argumentasi Attention (Perhatian) Interest ( Minat ) Desire ( Hasrat ) Action ( Tindakan )
3.Memilih daya pikat Pemikat Emosional Pemikat Logika ― Analogi ― Induksi ― Dedukasi Pertimbangan Etika


C. Korespondensi ( Surat Menyurat )

Korespondensi adalah suatu kegiatan penyampaian pesan berupa surat antara pihak-pihak yang terkait didalamnya baik itu mengatas namakan instansi maupun perseorangan. Korespondensi bisa juga disebut sebagai kegiatan surat menyurat. Sedangkan untuk pihak yang terkait didalamnya disebut dengan koresponden.

Salah satu media yang digunakan dalam korespondesi adalah surat. Surat adalah sarana atau media penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima secara tertulis dan memiliki prosedur tersendiri dalam penulisannya. Surat memiliki peranan yang penting dalam menciptakan hubungan diantara pihak-pihak yang terkait. Maka dari itu, penulisan surat haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku baik dari segi bahasanya maupun dari segi tata letaknya.

Fungsi Surat:
1. Sebagai penyampai pesan
2. Sebagai wakil atau delegasi pengirim
3. Sebagai pedoman atau petunjuk suatu hal
4. Sebagai bukti tertulis
5. Sebagai alat pengingat
6. Sebagai dokumen penting


http://www.komunikasipraktis.com/2013/11/teknik-menulis-berita.html
http://slideplayer.info/slide/3167245/
http://www.siyusuf.com/2015/05/pengertian-korespondensi-dan-surat.html

Komunikasi Lisan dan Negoisasi

A. Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam pertemuan dan rapat peserta harus mengetahui posisinya di dalam forum tersebut. Setiap peserta diharapkan:
1. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
2. Mampu menjadi komunikator yang aktif namun tidak memonopoli pembicaraan
3. Mampu menjadi komunikator yang responsive namun tidak emosional
4. Mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil
5. Mampu mengendalikan diri

B. Komunikasi Lisan dalan Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi lisan, yang dilakukan menurut struktur pembicaraan tertentu oleh dua orang atau lebih, dengan kontak langsung atau jarak jauh, untuk membahas dan menggali informasi tertentu guna mencapai tujuan tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika wawancara:
1. Bahasa yang dipakai harus baik dan benar
2. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan tidak bertele-tele
3. Penggunaan bahasa harus sopan sesuai pada tempatnya.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain.

Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:

1. Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negosiasi.

2. Planning / rencana, sebelum bernegosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemungkinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.

3. Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.

4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.

5. Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.


http://www.galeripustaka.com/2013/03/definisi-struktur-dan-manfaat-wawancara.html
http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/

Presentasi Bisnis

A. Persiapan Dasar Presentasi Bisnis

1. Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan
2. Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik
3. Menganalisis audiens
4. Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi

B. Penggunaan Alat Bantuan dalam Presentasi

1.Blackboard dan Whiteboard
2. Flip Charts
3. Slide
4. Trnasparasi Overhead Projector
5. Papan Elektronik
6. Video Cassette Recorder (VCR)
7. Panel LCD
8. Proyektor LCD

C. Menganalisa Audiens

1. Siapa audiensnya ? 
2. Apa yang diinginkan audiens ? 
3. Dimana melakukan presentasi ? 
4. Kapan melakukan presentasi ?
5. Mengapa melakukan presentasi ? 
6. Bagaimana melakukan presentasi ?

D. Mempersiapkan Diri dan Mental

Setiap orang yang akan presentasi biasanya memiliki kekhawatiran tersendiri, entah takut bahasa tubuhnya terlihat aneh atau tidak meyakinkan ketika sedang presentasi ataupun alat bantu presentasu yang tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik ketika sedang presentasi. Maka dari itu seseorang yang akan presentasi terlebih dalam hal bisnis harus melatih mental dirinya dan menaikkan rasa percaya diri yang ada didalam dirinya. Kepercayaan diri yang kuat bisa membuahkan keberhasilan pada bisnis yang dituju.


http://slideplayer.info/slide/2728193/

Perencanaan Laporan Bisnis

A. Pengertian dan Jenis Laporan Bisnis

Laporan bisnis ialah setiap dokumen faktual yang menyatakan tujuan perusahaan merupakan sarana manajerial untuk menginformasikan atau memberikan kontribusi pada pengambilan keputusan harus bersifat akurat, lengkap dan obyektif.

Laporan bisnis juga dapat diartika sebagai suatu laporan yang memiliki sifat netral , tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada seseorang tau untuk kepentingan bisnis tertentu.

1. Laporan individu dan laporan resmi
Laporan ini dibuat atas inisiatif seseorang dan oleh karenanya memerlukan rincian dan pendukung yang lebih banyak daripada laporan resmi yang dibuat berdasarkan permintaan pihak lain. pada waktu menyusun laporan individu, pembuat laporan lebih banyak menyampaikan latar belakang pokok laporannya, dan menerangkan tujuan laporan.

2.Laporan rutin dan laporan khusus
Laporan rutin atau laporan berkala diajukan berdasarkan aktivitas yang rutin dilakukan. Laporan rutin biasanya telah dibuat dalam bentuk tetap dengan beberapa kolom kosong pada bagian-bagian tertentu.

3.Laporan internal dan laporan eksternal
Laporan internal pada umumnya bersifat tidak seperti laporan eksternal yang dibuat kebih formal.

B. Bagian Pokok dalam Laporan Bisnis

1. Pendahuluan
Dalam bagian ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan merupakan bagian yang akan ditulis.

1. Pemberi kuasa adalah orang yang meminta laporan
2. Layout atau rencana presentasi yang berisi apa yang akan dibahas dalam laporan bisnis.
3. Masalah yang biasanya diletakkan pada awal-awal pendajuluan sebelum maksud dan tujuan.
4. Maksud penulisan laporan bisnis harus nampak dalam bagian pendahuluan, terdiri dari tujuan , misi, strategi, atau sasaran.
5. Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan untuk sebuah laporan bisnis.
6. Metodologi menyangkut pada cara pengumpulan data atau informasi.
7. Sumber-sumber primer atau sekunder yang meliputi antara lain publikasi, catatan perusahaan, surat, memo, hasil wawancara karyawan, dan sebagainya.
8. Latar belakang dari situasi yang sedang diteliti perlu juga dimasukkan, agar memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap pokok bahasan.
9. Definisi istilah perlu dicantumkan agar tidak terjadi salah penafsiran, manakala di gunakan definisi atau istilah-istilah yang tidak umum ayau lazim.
10. Keterbatasan seperti dana, waktu, biaya, asisten peneliti, atau data yang tersedia.
11. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan dalam suatu laporan bisnis.

2. Isi
Bagian ini berisi inti dari laporan bisnis yang dibuat dan merupakan bagian yang terpanjang dalam laporan tersebut. Pada bagian ini dibahas dan dikembangkan hal-hal yang penting secara rinci.

3. Penutup
Bagian ini berfungsi untuk merangkum laporan yang sudah dibuat secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, atau memberikan rekomendasi.

C. Pengorganisasian Isi dalam Laporan Bisnis

Ada 2 cara yang dapat sipilih untuk digunakan dalam penyusunan isi laporan bisnis, yaitu cara deduksi ( cara langsung) dan cara induksi (cara tak langsung).

1. Cara deduksi : menyampaikan ide pokok terlebih dahulu,  lalu baru dijelaskan hal-hal yang rinci
2. Cara induksi : menjelaskan fakta terlebih dahulu, baru kemudian meberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi

D. Penulisan Laporan Singkat

Karakteristik laporan singkat:
1. Gaya penulisan pribadi yang menggunakan gaya penulisan orang pertama atau kedua
2. Grafik untuk menekankan penulisan
3. Judul dan sub-judul dalam tubuh laporan
4. Format memo atau surat

E. Membuat Laporan Bisnis yang Baik

Tiga hal yang harus dicakup untuk membuat Laporan Bisnis yag baik, yaitu:
1. Informasi yang akurat
2. Isi menunujukkan suatu pertimbangan yang baik dari penulis
3. Format, style, dan organisasi sesuai dengan kebutuhan pembaca


http://belajarkomunikasi.com/pengertian-dan-tahapan-laporan-bisnis/

Pengorganisasian dan Revisi Pesan-Pesan Bisnis

A. Pengorganisasian Melalui Outline

1. Mendefinisikan dan Mengelompokkan Ide-Ide
a. Mulailah dengan ide pokok
b. Nyatakan poin-poin pendukung yang penting
c. Ilustrasi dengan bukti-bukti

2. Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional
a. Pendekatan langsung disebut juga pendekatan deduktif yaitu ide pokok muncul paling awal, diikuti bukti pendukungnya.
b. Pendekatan tidak langsung disebut juga pendekatan induktif yaitu bukti-bukti muncul lebih dulu kemudian baru ide pokoknya.

3. Memilih rencana organisasional yang paling tepat
a. Direct request : penyampaian secara langsung. Misalnya : memo dan surat.
b. Pesan-pesan rutin, Good News, Good will
c. Pesan-pesan bad news
d. Pesan-pesan persuasif : Bila audience sangat tidak tertarik pada pesan-pesan yang anda sampaikan.

B. Pemilihan Kata yang Tepat

1. Menulis dengan ringkas, agar orang cepat mengerti dengan apa yang ingin kita sampaikan
2. Perbaiki gaya tulisan. Misalnya: Pisahkan kalimat yang terlalu panjang, Nyatakan gagasan paralel dalam bentuk paralel.
3. Hilangkan kata-kata yang berlebihan.

C. Membuat Kalimat yang Efektif

Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan tiga hal, yaitu kesatuan pikiran, kesatuan susunan, dan kelogisan. Kalimat yang akan dibuat harus harus menyertakan tiga hal tersebut agar mencapai informasi yang tepat dan baik.


https://imanph.files.wordpress.com/2011/10/organisasi-dan-revisi-pesan.ppt

Selasa, 31 Mei 2016

Perencanaan Pesan - Pesan Bisnis

A. Penentuan Proses Komposisi

Ada tiga tahap yang dalam penentuan proses komposisi dalam penyusunan pesan - pesan bisnis, yaitu:

1. Perencanaan
Dalam fase perencanaan dipikirkan hal-hal yang mendasar, seperti maksud atau tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok pesan - pesan yang akan disampaikan, dan saluran atau media yang akan digunakan.

2. Pengorganisasian
Organisasi dan komposisi erat kaitannya dalam penyusunan kata-kata, kalimat dan paragraf. Oleh karena itu kita harus memperhatikan kata-kata yang akan digunakan dalam penyusunan kalimat atau paragraf agar si penerima pesan bisa paham atau mengerti apa dan maksud tujuan kita.

3. Revisi
Setelah ide-ide yang dituangkan dalam kata-kata, kalimat atau paragraf, kita harus memperhatikan kalimat tersebut sudah benar atau belum. Karena jika ada kata yang salah 1 saja bisa berakibat fatal dalam bisnis yang sedang kita jalani.

B. Penentuan Tujuan

Ada tiga tujuan dalam bisnis, yaitu:

1. Memberi Informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi seputar bisnis kepada pihak lain.

2. Membujuk atau Persuasi
Memberikn persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan baik dan benar. Biasanya hal ini dilakukan untuk negoisasi.

3. Melakukan Kerjasama atau Kolaborasi
Melalui jaringan komunikasi bisnis, seseorang ataupun perusahaan bisa dengan mudah menjalin kerjasama bisnis dengan perusahaan domestik ataupun perusahaan asing.

C. Analisis Audience

1. Cara mengembangkan profil audiens
- Menentukan ukuran dan komposisi audiens.
- Siapa audiensnya.
- Reaksi audiens.
- Tingkat pemahaman audiens.
- Hubungan komunikator dengan audiens.

2. Cara memuaskan kebutuhan akan informasi audiens
- Temukan/cari apa yang diinginkan oleh audiens.
- Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan.
- Berikan semua informasi yang diperlukan.
- Yakinkan bahwa informasinya akurat.
- Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audiens.

3. Cara memuaskan kebutuhan motivasional audiens, salah satu caranya adalah dengan mengatur pesan-pesan sedemikan rupa, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima audiens dengan mudah.

D. Penentuan Ide Pokok

Ada 3 teknik dalam menentukan ide pokok:

1. Brainstorming
Penentuan ide pokok dengan memungkinkan seseorang mencari berbagai kemungkinan ide pokok secara leluasa.

2. Petunjuk atasan
Pada organisasi yang cenderung senioritas, para anggota cenderung meminta petunjuk pada atasan untuk menentukan ide pokok.

3. Kebiasaan
Untuk situasi yang relative sama atau berulang-ulang, biasanya dikembangkan ide pokok tertentu yang relative sama.

E. Seleksi Saluran dan Media

Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran, yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Salah satu keunggulan dari komunikasi lisan adalah cepatnya mendapatkan umpan balik, sedangkan keunggulan dari komunikasi tertulis adalah komunikator dapat merencanakan dan mengendalikan pesan yang akan disampaikan terlebih dahulu.


http://www.slideshare.net/eweanjeunganjing/perencanaan-pesan-komunikasi-bisnis

Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

A. Keuntungan Menguasai Teknologi Informasi

Pada jaman modern seperti saat ini, semua orang bisa mendapatkan keuntungan yang sangat banyak melalui Teknologi Informasi. Masyarakat saat ini sudah dimudahkan dengan berbagai hal dari mulai kehidupan sehari-hari, urusan pekerjaan ataupun pendidikan, begitu pula dengan hal bisnis. Keuntungan menguasai IT yang paling besar adalah melalui media internet. Dengan Internet semua hal yang kita lakukan menjadi lebih mudah dan praktik.

Berikut adalah beberapa keuntungan yang kita peroleh karena bisa menguasai Teknologi Informasi:

1. Berbelanja tidak perlu ke Toko, pasar ataupun Mall. Kita bisa dengan mudah membeli barang yang kita inginkan melalui internet. Misalnya kita ingin membeli baju ataupun sepatu kita bisa membila disalah satu online shop ataupun Website yang menjual barang-barang yang kita butuhkan.

2. Jika kita ingin mentransfer uang ke sanak saudara kita tidak perlu ke Bank secara langsung, melainkan kita bisa mengaksesnya melalu I-Banking saja melalui Handphone atapun komputer.

3. Dengan telepon ataupun handphone kita bisa mengubungi saudara kita yang keberadaannya jauh dari kita.

4. Jika kita ada tugas kita tidak perlu untuk menulis tangan, dengan adanya komputer atau laptop kita bisa mengetik saja tanpa harus lelah untuk menulis tangan.


B. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

Dengan memanfaatkan IT untuk bisnis akan memberikan dampak yang sangat besar untuk keberlangsungan perusahaan di dunia. Berikut ada beberapa manfaat penting IT untuk bisnis dan pada sebuah perusahaan.

1. IT dapat memperluas pangsa pasar.
2. IT dapat meningkatkan efisiensi operasional dan waktu.
3. IT dapat mengurangi biaya produksi dan operasional.
4. IT dapat memberikan keunggulan kompetitif.
5. IT dapat memberikan peluang bisnis baru.

Pemanfaatan IT untuk mendukung berbagai kebutuhan dan perkembangan organisasi, individu dan perusahaan tentu akan mendatangkan sesuatu yang positif. Namun perlu diketahui bahwa IT dapat membuat kita menjadi insan yang lebih berarti dengan memanfaatkannya untuk hal yang positif. 


C. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Dalam hal bisnis, pengaruh IT dalam pengambilan keputusan bisnis itu sangat besar. Karena jaman modern seperti ini hampir semua bisnis sudah bisa memanfaatkan Teknologi Informasi.

1. Misalnya saja orang yang berbisnis saham akan menanamkan modalnya pada suatu saham tertentu, tetapi ia belum tahu berapa nilai saham yang akan ia beli saat itu, tentu saja ia bisa melihatnya melalui internet.

2. Jika ada trouble didalam perusahaan, misalnya ada perusahaan yang dicuri oleh hacker. Tentu saja perusahaan akan mencari cara untuk memblokir akses si hacker tersebut melalui pemnafaatan IT.


http://manfaat.co.id/manfaat-it

Jenis - jenis Komunikasi

A. Komunikasi Menurut Penyampaiannya
(Lihat Komunikasi Menurut Cara Penyampaiannya)
B. Komunikasi Menurut Kelangsungannya

Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak sebagai berikut: 
1. Komunikasi langsung: dalam proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara orang lain atau orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak.
2. Komunikasi tidak langsung: dalam proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat-alat atau media komunikasi.

C. Komunikasi Menurut Perilaku

1. Komunikasi formal: komunikasi yang terjadi di antara anggota organisasi/perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya dalam rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar, dan sebagainya.
2. Komunikasi informal: komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
3. Komunikasi non-formal: komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.

D. Komunikasi Menurut Maksudnya

Bila diperhatikan lebih seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan antara lain berpidato, memberi ceramah, memberi prasaran, wawancara, dan memberi perintah atau tugas. Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

E. Komunikasi Menurut Ruang Lingkupnya

Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut: 

1. Komunikasi internal: komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup ataupun lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi di antara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja. Komunikasi internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu, komunikasi vertical yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan (bisa berupa perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya), komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi/kantor di antara orang-orang yang mempuanyai kedudukan sejajar, dan komunikasi diagonal yang terjadi di dalam lingkup organisasi atau kantor di antara orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi yang tidak sejalur vertical.

2. Komunikasi eksternal: komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organiasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk ekposisi, pameran, promosi, publikasi, konferensi pers (press release), siaran TV, radio, bakti sosial, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainya. Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian, kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

F. Komunikasi Menurut Aliran Informasi

1. Komunikasi satu arah (simplex) merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one-way communication).
2. Komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang bersifat timbal balik (two-way communication).
3. Komunikasi ke atas, komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
4. Komunikasi ke bawah, komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
5. Komunikasi ke samping, komunikasi yang terjadi di antara orang yang memiliki kedudukan sejajar.

G. Komunikasi Menurut Jaringan Kerja

1. Komunikasi jaringan kerja rantai, terjadi menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
2. Komunikasi jaringan kerja lingkaran, terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran, saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.
3. Komunikasi jaringan bintang, terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

H. Komunikasi Menurut Peranan Individu

1. Komunikasi antara individu dengan individu yang lain. Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
2. Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas. Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
3. Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih. Dalam kondisi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

I. Komunikasi Menurut Cara Penyampaiannya

Menurut cara penyampaiannya informasi dapat dibedakan menjadi:
1. Komunikasi lisan:
- Yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, di mana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat dan sebagainya.
- Yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan sebagainya.
2. Komunikasi tertulis:
- Yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas, tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
- Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks. - Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
- Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
- Spanduk, yang bisa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.

Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Di samping itu perlu juga dipikirkan risiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya apakah aman atau tidak, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang sesuai dari yang dimaksud atau tidak.
J. Komunikasi Menurut Jumlah Pelaku dalam Komunikasi Tersebut

1. Komunikasi perorangan: komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan.
2. Komunikasi kelompok: komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau grup tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok. Maka komunikasi kelompok nampak lebih terbuka bila dibanding dengan komunikasi perseorangan.


1. Purwanto, Djoko. (2003). Komunikasi Bisnis (2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
2. Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
3. Purwanto, Djoko. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
4. Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.



Senin, 30 Mei 2016

Komunikasi dalam Organisasi

A. Pola Komunikasi Bisnis

Pola komunikasi dalam berbisnis yang dilakukan berbagai pihak untuk mencapai tujuannya, pendekatan yang dilakukan pun berbeda-beda.

1. Saluran Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi, garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk 4 pola yaitu:

- Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah (top-down)merupakan jalur komunikasi yang berasal dari atas (manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk perintah, instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan sebaik-baiknya.

- Komunikasi dari bawah ke atas
Atau disebut buttom-up communicatin berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah (karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan mula-mula berasal dari para karyawan yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih tinggi.

- Komunikasi Horizontal
Atau horizontal communication atau sering disebut komunikasi lateral (lateral communication) adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.

- Komunikasi Diagonal
Atau diagonal communication melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal antara manager pemasaran dengan bagian pabrik, antara manager produksi dengan bagian promosi, antara manager produksi dengan bagian akuntansi dan lain sebagainya.

2. Saluran Komunikasi Informal
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan kedudukan atau jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka perbincangkan biasanya bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru di dengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film, dan sinetron tv, dan kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada dalam organisasinya.


B. Mengelola Komunikasi Bisnis

Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mengelola komunikasi, pertama: bagaimana menangani pesan-pesan yang bersifat rutin; kedua: bagaimana mengani krisis komunikasi.

1. Penanganan pesan-pesan rutin
- Mengurangi jumlah pesan
- Memberi instruksi yang jelas
- Mendelegasikan tanggung jawab
- Melatih para penulis dan pembicara

2. Penanganan krisis komunikasi. Mengelola arus pesan-pesan bisnis dari hari ke hari merupakan hal yang biasa, teteapi keterampilan komunikasi baru benar-benar teruji saat muncul krisis komunikasi dalam suatu organisasi. Mengapa demikian? Semakin besar tantangan atau risiko yang harus dihadapi, semakin tinggi tingkat kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan. Krisis komunikasi ini merupakan suatu ajang uji coba keterampilan komunikasi yang cukup menantang.


C. Masalah Komunikasi dalam Organisasi

- Masalah dalam mengembangkan pesan
- Masalah dalam menyampaikan pesan
- Masalah dalam menerima pesan 
- Masalah dalam menafsirkan pesan (lihat kesalahpahaman dalam berkomunikasi).



Purwanto, Djoko. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.

Peranan Komunikasi dalam Bisnis

A. Peranan Komunikasi dalam bisnis

Komunikasi sangat penting didalam dunia bisnis. Esensi dan keberhasilan setiap hubungan juga bisa dilakukan melalui hubungan yang efektif dan didalam dunia bisnis hal itu merupakan unsur utama dalam untuk meraih keuntungan. Komunikasi bisnis juga pada dasarnya bertarget pada promosi suatu produk atau jasa.

Selain itu komunikasi dalam bisnis juga bisa digunakan untuk saling bertukar informasi dalam hal bisnis, mencapai kemufakatan dalam bisnis, melakukan transaksi ataupun penjualan.

B. Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis

Tujuan utama dalam dalam komunikasi bisnis yaitu memberikan informasi kepada pihak lain yang berkaitan dengan bisnis, lalu menjalin kerjasama dalam bisnis dalam rangka saling memberikan keuntungan satu sama lain.

Tetapi secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis, yaitu:
1. Memberi informasi
2. Persuasi
3. Melakukan kolaborasi dengan audience.

C. Umpan Balik dan Bentuk-bentuknya

Setiap kegiatan dalam hal berkomunikasi merupakan suatu usaha untuk membangun hubungan sosial. Terdapat 9 umpan balik, yaitu:
- External Feed Back
- Internal Feed Back
- Direct Feed Back
- Indirect Feed Back
- Inferential Feed Back
- Zero Feed Back
- Neuteral Feed Back
- Positive Feed Back
- Negative Feed Back

D. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

Beberapa masalah yang menyebabkan munculnya kesalahpahaman dalam komunikasi bisa berakibat fatal pada komunikasi yang tengah dijalin.

Faktor-faktor yang penghambat komunikasi tersebut melingkupi masalah dalam pengembangan pesan, penyampaian pesan, penerimaan pesan, dan penafsiran pesan.

1. Masalah dalam Mengembangkan Pesan
Saat merumuskan pesan bisa menimbulkan masalah-masalah yang disebabkan oleh munculnya keraguan tentang isi pesan, agak tidak terbiasa dengan situasi yang ada atau dengan orang yang akan menerima, adanya perbedaan emosi, atau terdapat kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.

2. Masalah dalam Menyampaikan Pesan
Masalah dalam penyampaian pesan yang paling jelas adalah faktor fisik, seperti sambungan kabel yang jelek, akustik yang lemah, dan tindakan yang tak terbaca atau tidak bisa dipahami.

3. Masalah dalam Menerima Pesan
Masalah yang muncul dalam penerimaan pesan seperti adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang terang, ataupun kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi si penerima pesan.

4. Masalah dalam Menafsirkan Pesan
Munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan yaitu sulitnya memahami isi pesan jika si penyampai pesan tidak secara jelas memberitahu apa yang ingin ia sampaikan.

E. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai kesulitan yang akan dihadapi didalam komunikasi dengan memperhatikan tiga hal sebagai berikut :

1. Membuat Suatu Pesan Secara Lebih Berhati-hati
Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi yaitu memperhatikan maksud dan tujuan komunikasi, dan audience yang akan dituju.

2. Meminimalkan Gangguan dalam Proses Komunikasi
Penyampaian pesan dengan cara lisan atau (oral) akan efektif atau berhasil jika lokasi ataupun tempat penyampaian pesan memiliki kondisi yang nyaman dan tenang, akustik yang baik, tempat duduk yang teratur, rapi dan nyaman, ruangan yang sejuk.

3. Mempermudah Upaya Umpan-Balik antara si Pengirim dan si Penerima Pesan
Cara dan waktu penyampaiannya harus direncanakan dengan sangat baik. Kalau komunikator menginginkan umpan-balik yang cepat, dapat dipilih sarana komunikasi yang cepat. Tetapi bila umpan-balik yang cepat tidak terlalu dipentingkan, sarana tulisan ataupun (surat) dapat menjadi alternatif yang baik untuk menyampaikan pesan.



http://www.wedaran.com/4179/peran-serta-komunikasi-bisnis-dalam-dunia-usaha/
Djoko Purwanto, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga

Minggu, 29 Mei 2016

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

A. Pengertian dan Cakupan Komunikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, semua orang pasti akan melakukan kegiatan komunikasi. Mulai dari berbicara, menulis surat, menelpon, itu semua termasuk ke dalam komunikasi. Istilah komunikasi sendiri diambil dari bahasa Inggris yaitu communication.

Komunikasi adalah proses bertukar informasi antara dua orang atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami dengan mudah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan berita atau pesan dari dua orang atau lebih supaya pesan yang dimaksud bisa dipahami.

Sedangkan, Menurut William F. Glueck, komunikasi terbagi menjadi dua bentuk, antara lain sebagai berikut:

Interpersonal Communications atau komunikasi antar pribadi , maksudnya adalah proses pertukaran informasi dan juga pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok kecil.

Organization Communications merupakan proses dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi serta memindahkan pengertian kepada banyak orang dalam suatu organisasi, kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang masih terikat hubungan.

Menurut Onong Uchjana Effendy dalam buku Dimensi Komunikasi menyatakan bahwa ruang lingkup/cakupan komunikasi sebagai berikut :

1. Bentuk Komunikasi :
a) Personnal Communication (Komunikasi Pribadi) :
Intrapersonnal Communication (Komunikasi Intrapribadi)
Interpersonnal Communication (Komunikasi Interpersonal)

b) Group Communication (Komunikasi Kelompok) :
Small Group Communication (Lecture, Panel Discussion, Symposium, Seminar, Brainstorming, Large Group Communication / Public Speaking.

c) Mass Communication (Komunikasi Massa dengan medianya Pers, Radio, TV, Film, dsb.

2. Sifat Komunikasi :
a) Verbal :
Oral (Ucapan)
Written (Tulisan)

b) Non-verbal :
Kinesikal (bahasa tubuh):
- Gestural (gerak-gerik tubuh)
- Postural (sikap tubuh)
- Facial Expressions (akspresi muka)
- Symbolic Cloting (pakaian symbol)
- Signal (Bel, Bedug, Morse, Simapore)
- Pictorial (Poster, Billboard, Rambu-rambu lalu lintas)

3. Teknik Komunikasi :
- Journalism
- Public Relations
- Advertising
- Exhibition / Exposition
- Propaganda
- Publicity Etc.

4. Metode Komunikasi :
- Informative Communication
- Persuasive Communication
- Coersive / Intructive Communication

5. Fungsi Komunikasi :
- Public Information
- Publik Education
- Publik Persuasion
- Publik Entertaiment

6. Tujuan Komunikasi :
- Social Change / Social Participation
- Attitude Change
- Opinion Change
- Behaviour Change

7. Model Komunikasi :
- One Step Flow Communication
- Two Step Flow Communication
- Multi Step Flow Communication

8. Bidang Komunikasi :
- Social Communication
- Managemen Communication
- Bussiness Communication
- Political Communication
- Cultural Communication
- Traditional Communication
- International Communication

9. Sistem Komunikasi :
- Social Responsibility System
- Authoritian System

10. Interaksi Komunikasi :
- Komunikasi Sosial

- Komunikasi Media (1994 : 10 – 11)


B. Unsur - unsur dalam Komunikasi

1. Komunikator.
Komunikator adalah orang yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan komunikasi. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)

2. Pesan/informasi
Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.

3. Sarana komunikasi/channel.
Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.

4. Komunikan/penerima/receiver.
Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.

5. Umpan balik/feedback.
Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.

6. Dampak/effect

Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan.


C. Bentuk dasar dari Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi itu terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi di mana pesan disampaikan secara lisan atau tertulis menggunakan suatu bahasa. Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal dibedakan menjadi dua, yakni berbicara dan menulis, serta mendengarkan dan membaca.

2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2013:4). Menurut Mark Knap, fungsi komunikasi nonverbal adalah :
a.  Meyakinkan apa yang diucapkan
b.  Menunjukkan perasaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata
c.  Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya
d.  Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna


D. Bisnis dalam Pandangan Komunikasi

Asas-asas komunikasi modern lebih menekankan pada kebutuhan komunikan dan kesiapan komunikan dalam proses komunikasi. Itu lebih penting daripada fungsi pesan dan tujuan komunikator. Oleh karena itu, prinsip-prinsip lebih modern pun lebih memperhitungkan factor peluang daripada produksi. Peluang pasar sebenarnya tidak selalu signifikan dengan penawaran barang dan jasa. Artinya barang dan jasa dalam jumlah banyak tidak otomatis menyebabkan pasar menjadi jenuh. Sebaliknya, jumlah barang dan jasa yang sedikit atau langka tidak selalu menyebabkan peluang pasarnya menjadi besar. 

Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
http://www.satujam.com/pengertian-komunikasi/
http://www.astalog.com/5852/unsur-unsur-komunikasi.htm