Nama : Annisa Utami
NPM : 11613166
Kelas : 4SA06
Di era secanggih ini teknologi merupakan
suatu hal yang amat sangat penting di dalam kehidupan manusia. Dengan munculnya
teknologi di dalam kehidupan manusia, apalagi didalam era sekarang ini dimana
setiap orang sangat sibuk akan masing-masing tugasnya, disitulah Teknologi
mempunyai peran yang sangat penting dalam hal membantu kegiatan yang akan kita
lakukan. Terlebih didalam dunia pendidikan, teknologi mempunyai porsinya
sendiri dalam membantu para pengajar dan muridnya. Contohnya yaitu E - Learning.
Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis
elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan
dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam
bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang
lebih luas yaitu internet. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi
lebih interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah
yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho,
2007).
Definisi
E-Learning
Istilah e-learning dapat didefinisikan
sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan
dalam bentuk sekolah maya. Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk
segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat
teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat
ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar
mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang
dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).
E-learning ini sendiri
mempunyai beberapa karakteristik seperti yang telah dikemukakan oleh Suyanto
(2005) mengemukakan 4 karakteristik e-learning yang terdiri dari:
1. Memanfaatkan jasa
teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan
peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan
relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
2. Memanfaatkan
keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer).
3. Menggunakan bahan
ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat
diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan
membutuhkannya.
4. Memanfaatkan jadwal
pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan
dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer.
Dengan demikian,
e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang
mengacu pada penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan dengan karakteristik-karakteristik seperti memanfaatkan jasa
teknologi, memanfatkan keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat
mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada komputer,
serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan peserta
didik/mahasiswa secara pribadi.
Komponen yang membentuk
e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:
a.
Infrastruktur e-learning
Infrastruktur
e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat
berupa Personal Computer ((PC), yakni komputer yang dimiliki secara pribadi
(Febrian, 2004)), jaringan komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat
berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang
terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005)),
internet (merupakan singkatan dari Interconnection Networking yang diartikan
sebagai komputer-komputer yang terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan
perlengkapan multimedia (alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau
lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan
animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004)). Termasuk di dalamnya peralatan
teleconference (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada
pada lokasi yang berbeda secara geografis (Febrian, 2004)) apabila kita
memberikan layanan synchronous learning yakni proses pembelajaran terjadi pada
saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui
teleconference.
b.
Sistem dan Aplikasi E-Learning
Sistem dan aplikasi
e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang
merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar
konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan,
ruangan kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan
(Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses
belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau
konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian online yang
semuanya terakses dengan internet.
c.
Konten E-Learning
Konten e-learning
merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning
Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya
Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif seperti
multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard
untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti
pada buku pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa
disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh
peserta didik kapan pun dan dimana pun.
Dengan adanya kegiatan
e-learning, beberapa manfaat yang diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa
instruktur dapat:
1. Lebih mudah
melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi,
2. Mengembangkan diri
atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang
dimiliki relatif lebih banyak,
3. Mengontrol kegiatan
belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta
didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik
dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang,
4. Mengecek apakah
peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik
tertentu, dan memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya
kepada peserta didik.
Kelebihan E-Learning
1. Tersedianya
fasilitas e-moderating dimana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi
dengan mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan
berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan
waktu.
2. Pendidik dan peserta
didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang tersruktur dan
terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa
jauh bahan ajar dipelajari.
3. Peserta didik dapat
belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan
mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
Kekurangan
E-Learning
1. Kurangnya interaksi
antara pendidik dan peserta didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses
belajar-mengajar.
2. Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya
aspek bisnis.
3. Proses belajar dan
mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
Sumber
:
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-e-learning-definisi-manfaat.html
Hartanto, A. A., &
Purbo, O. W. (2002). Buku pintar internet teknologi e-learning berbasis PHP dan
MySQL. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Nugroho, W. A. (2007).
[online] Available FTP: http://www.ilmukomputer.com
Romisatriawahono.
(2008). [online] Available FTP: http://www. romisatriawahono.net/2008/01/23.
Suyanto. (2005).
[online] Available FTP: http://www.ipi.or.id/elearn.pdf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar