A. Pola Komunikasi Bisnis
Pola komunikasi dalam berbisnis yang dilakukan berbagai
pihak untuk mencapai tujuannya, pendekatan yang dilakukan pun berbeda-beda.
1. Saluran Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi, garis, fungsional, maupun
matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai
dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses
penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan, pola transformasi
informasinya dapat berbentuk 4 pola yaitu:
- Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah (top-down)merupakan jalur
komunikasi yang berasal dari atas (manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian
pesan yang dapat berbentuk perintah, instruksi, maupun prosedur untuk
dijalankan para bawahan dengan sebaik-baiknya.
- Komunikasi dari bawah ke atas
Atau disebut buttom-up communicatin berarti alur pesan yang
disampaikan berasal dari bawah (karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan
mula-mula berasal dari para karyawan yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang
lebih tinggi.
- Komunikasi Horizontal
Atau horizontal communication atau sering disebut komunikasi
lateral (lateral communication) adalah komunikasi yang terjadi antara
bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu
organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi,
mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki
kedudukan sejajar.
- Komunikasi Diagonal
Atau diagonal communication melibatkan komunikasi antara dua
tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal
antara manager pemasaran dengan bagian pabrik, antara manager produksi dengan
bagian promosi, antara manager produksi dengan bagian akuntansi dan lain
sebagainya.
2. Saluran Komunikasi Informal
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada
dalam suatu organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan
kedudukan atau jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang
mereka perbincangkan biasanya bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor
yang baru di dengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film,
dan sinetron tv, dan kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang
berkaitan dengan situasi kerja yang ada dalam organisasinya.
B. Mengelola Komunikasi Bisnis
Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mengelola
komunikasi, pertama: bagaimana menangani pesan-pesan yang bersifat rutin;
kedua: bagaimana mengani krisis komunikasi.
1. Penanganan pesan-pesan rutin
- Mengurangi jumlah pesan
- Memberi instruksi yang jelas
- Mendelegasikan tanggung jawab
- Melatih para penulis dan pembicara
2. Penanganan krisis komunikasi. Mengelola arus pesan-pesan
bisnis dari hari ke hari merupakan hal yang biasa, teteapi keterampilan
komunikasi baru benar-benar teruji saat muncul krisis komunikasi dalam suatu
organisasi. Mengapa demikian? Semakin besar tantangan atau risiko yang harus
dihadapi, semakin tinggi tingkat kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan.
Krisis komunikasi ini merupakan suatu ajang uji coba keterampilan komunikasi
yang cukup menantang.
C. Masalah Komunikasi dalam Organisasi
- Masalah dalam mengembangkan pesan
- Masalah dalam menyampaikan pesan
- Masalah dalam menerima pesan
- Masalah dalam menafsirkan pesan (lihat kesalahpahaman
dalam berkomunikasi).
Purwanto, Djoko. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar