A. Pengertian dan Cakupan Komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari, semua orang pasti akan
melakukan kegiatan komunikasi. Mulai dari berbicara, menulis surat, menelpon, itu semua termasuk ke dalam
komunikasi. Istilah komunikasi sendiri diambil dari bahasa Inggris yaitu
communication.
Komunikasi adalah proses bertukar informasi antara dua orang atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami
dengan mudah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah
pengiriman dan penerimaan berita atau pesan dari dua orang atau lebih supaya
pesan yang dimaksud bisa dipahami.
Sedangkan, Menurut William F. Glueck, komunikasi terbagi
menjadi dua bentuk, antara lain sebagai berikut:
Interpersonal Communications atau komunikasi antar pribadi ,
maksudnya adalah proses pertukaran informasi dan juga pemindahan pengertian
antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok kecil.
Organization Communications merupakan proses dimana
pembicara secara sistematis memberikan informasi serta memindahkan pengertian
kepada banyak orang dalam suatu organisasi, kepada pribadi-pribadi dan
lembaga-lembaga di luar yang masih terikat hubungan.
Menurut Onong Uchjana Effendy dalam buku Dimensi Komunikasi
menyatakan bahwa ruang lingkup/cakupan komunikasi sebagai berikut :
1. Bentuk Komunikasi :
a) Personnal Communication (Komunikasi Pribadi) :
Intrapersonnal Communication (Komunikasi Intrapribadi)
Interpersonnal Communication (Komunikasi Interpersonal)
b) Group Communication (Komunikasi Kelompok) :
Small Group Communication (Lecture, Panel Discussion,
Symposium, Seminar, Brainstorming, Large Group Communication / Public
Speaking.
c) Mass Communication (Komunikasi Massa dengan medianya
Pers, Radio, TV, Film, dsb.
2. Sifat Komunikasi :
a) Verbal :
Oral (Ucapan)
Written (Tulisan)
b) Non-verbal :
Kinesikal (bahasa tubuh):
- Gestural (gerak-gerik tubuh)
- Postural (sikap tubuh)
- Facial Expressions (akspresi muka)
- Symbolic Cloting (pakaian symbol)
- Signal (Bel, Bedug, Morse, Simapore)
- Pictorial (Poster, Billboard, Rambu-rambu lalu lintas)
3. Teknik Komunikasi :
- Journalism
- Public Relations
- Advertising
- Exhibition / Exposition
- Propaganda
- Publicity Etc.
4. Metode Komunikasi :
- Informative Communication
- Persuasive Communication
- Coersive / Intructive Communication
5. Fungsi Komunikasi :
- Public Information
- Publik Education
- Publik Persuasion
- Publik Entertaiment
6. Tujuan Komunikasi :
- Social Change / Social Participation
- Attitude Change
- Opinion Change
- Behaviour Change
7. Model Komunikasi :
- One Step Flow Communication
- Two Step Flow Communication
- Multi Step Flow Communication
8. Bidang Komunikasi :
- Social Communication
- Managemen Communication
- Bussiness Communication
- Political Communication
- Cultural Communication
- Traditional Communication
- International Communication
9. Sistem Komunikasi :
- Social Responsibility System
- Authoritian System
10. Interaksi Komunikasi :
- Komunikasi Sosial
- Komunikasi Media (1994 : 10 – 11)
B. Unsur - unsur dalam Komunikasi
1. Komunikator.
Komunikator adalah orang yang bertindak sebagai pengirim
pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan
seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam
sebuah hubungan komunikasi. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja,
namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai
dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun
tidak langsung. (Wikipedia)
2. Pesan/informasi
Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh
komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara
lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap
dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir
komunikasi itu.
3. Sarana komunikasi/channel.
Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang
digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan
sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan
disampaikan.
4. Komunikan/penerima/receiver.
Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang
disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih,
bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen
penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab
untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.
5. Umpan balik/feedback.
Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas
pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang
dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.
6. Dampak/effect
Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan
sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan
berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik.
Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion
maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi
pada komunikan setelah menerima pesan.
C. Bentuk dasar dari Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi itu terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi di mana
pesan disampaikan secara lisan atau tertulis menggunakan suatu bahasa.
Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal
dibedakan menjadi dua, yakni berbicara dan menulis, serta mendengarkan dan
membaca.
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh,
intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk
berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2013:4). Menurut Mark Knap,
fungsi komunikasi nonverbal adalah :
a. Meyakinkan
apa yang diucapkan
b. Menunjukkan
perasaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya
d. Menambah
atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna
D. Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Asas-asas komunikasi modern lebih menekankan pada kebutuhan komunikan dan kesiapan komunikan dalam proses
komunikasi. Itu lebih penting daripada fungsi pesan dan tujuan komunikator.
Oleh karena itu, prinsip-prinsip lebih modern pun lebih memperhitungkan factor
peluang daripada produksi. Peluang pasar sebenarnya tidak selalu signifikan
dengan penawaran barang dan jasa. Artinya barang dan jasa dalam jumlah banyak
tidak otomatis menyebabkan pasar menjadi jenuh. Sebaliknya, jumlah barang dan
jasa yang sedikit atau langka tidak selalu menyebabkan peluang pasarnya menjadi
besar.
Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.).
Jakarta: Erlangga.
http://www.satujam.com/pengertian-komunikasi/
http://www.astalog.com/5852/unsur-unsur-komunikasi.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar