Minggu, 29 Mei 2016

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

A. Pengertian dan Cakupan Komunikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, semua orang pasti akan melakukan kegiatan komunikasi. Mulai dari berbicara, menulis surat, menelpon, itu semua termasuk ke dalam komunikasi. Istilah komunikasi sendiri diambil dari bahasa Inggris yaitu communication.

Komunikasi adalah proses bertukar informasi antara dua orang atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami dengan mudah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan berita atau pesan dari dua orang atau lebih supaya pesan yang dimaksud bisa dipahami.

Sedangkan, Menurut William F. Glueck, komunikasi terbagi menjadi dua bentuk, antara lain sebagai berikut:

Interpersonal Communications atau komunikasi antar pribadi , maksudnya adalah proses pertukaran informasi dan juga pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok kecil.

Organization Communications merupakan proses dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi serta memindahkan pengertian kepada banyak orang dalam suatu organisasi, kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang masih terikat hubungan.

Menurut Onong Uchjana Effendy dalam buku Dimensi Komunikasi menyatakan bahwa ruang lingkup/cakupan komunikasi sebagai berikut :

1. Bentuk Komunikasi :
a) Personnal Communication (Komunikasi Pribadi) :
Intrapersonnal Communication (Komunikasi Intrapribadi)
Interpersonnal Communication (Komunikasi Interpersonal)

b) Group Communication (Komunikasi Kelompok) :
Small Group Communication (Lecture, Panel Discussion, Symposium, Seminar, Brainstorming, Large Group Communication / Public Speaking.

c) Mass Communication (Komunikasi Massa dengan medianya Pers, Radio, TV, Film, dsb.

2. Sifat Komunikasi :
a) Verbal :
Oral (Ucapan)
Written (Tulisan)

b) Non-verbal :
Kinesikal (bahasa tubuh):
- Gestural (gerak-gerik tubuh)
- Postural (sikap tubuh)
- Facial Expressions (akspresi muka)
- Symbolic Cloting (pakaian symbol)
- Signal (Bel, Bedug, Morse, Simapore)
- Pictorial (Poster, Billboard, Rambu-rambu lalu lintas)

3. Teknik Komunikasi :
- Journalism
- Public Relations
- Advertising
- Exhibition / Exposition
- Propaganda
- Publicity Etc.

4. Metode Komunikasi :
- Informative Communication
- Persuasive Communication
- Coersive / Intructive Communication

5. Fungsi Komunikasi :
- Public Information
- Publik Education
- Publik Persuasion
- Publik Entertaiment

6. Tujuan Komunikasi :
- Social Change / Social Participation
- Attitude Change
- Opinion Change
- Behaviour Change

7. Model Komunikasi :
- One Step Flow Communication
- Two Step Flow Communication
- Multi Step Flow Communication

8. Bidang Komunikasi :
- Social Communication
- Managemen Communication
- Bussiness Communication
- Political Communication
- Cultural Communication
- Traditional Communication
- International Communication

9. Sistem Komunikasi :
- Social Responsibility System
- Authoritian System

10. Interaksi Komunikasi :
- Komunikasi Sosial

- Komunikasi Media (1994 : 10 – 11)


B. Unsur - unsur dalam Komunikasi

1. Komunikator.
Komunikator adalah orang yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan komunikasi. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)

2. Pesan/informasi
Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.

3. Sarana komunikasi/channel.
Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.

4. Komunikan/penerima/receiver.
Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.

5. Umpan balik/feedback.
Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.

6. Dampak/effect

Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan.


C. Bentuk dasar dari Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi itu terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi di mana pesan disampaikan secara lisan atau tertulis menggunakan suatu bahasa. Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal dibedakan menjadi dua, yakni berbicara dan menulis, serta mendengarkan dan membaca.

2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2013:4). Menurut Mark Knap, fungsi komunikasi nonverbal adalah :
a.  Meyakinkan apa yang diucapkan
b.  Menunjukkan perasaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata
c.  Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya
d.  Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna


D. Bisnis dalam Pandangan Komunikasi

Asas-asas komunikasi modern lebih menekankan pada kebutuhan komunikan dan kesiapan komunikan dalam proses komunikasi. Itu lebih penting daripada fungsi pesan dan tujuan komunikator. Oleh karena itu, prinsip-prinsip lebih modern pun lebih memperhitungkan factor peluang daripada produksi. Peluang pasar sebenarnya tidak selalu signifikan dengan penawaran barang dan jasa. Artinya barang dan jasa dalam jumlah banyak tidak otomatis menyebabkan pasar menjadi jenuh. Sebaliknya, jumlah barang dan jasa yang sedikit atau langka tidak selalu menyebabkan peluang pasarnya menjadi besar. 

Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
http://www.satujam.com/pengertian-komunikasi/
http://www.astalog.com/5852/unsur-unsur-komunikasi.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar