Nama :
Annisa Utami
Kelas :
2SA06
NPM :
11613166
A.Pertumbuhan
Individu
1 1. Pengertian
Individu
Individu berasal dari kata latin
individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada
kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan
manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia
yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan
juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat
tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik
jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi
kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama
menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk
terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang
keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk
membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai
dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu
berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk
menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya
pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan
pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat
terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah
besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi
masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya
dengan manusia.
2 2. Pengertian
Pertumbuhan
Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan ( Growth ) adalah
berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi
tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (
gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan keseimbangan
metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan ( Development ) adalah
bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari
proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari
sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk
perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan.
Pertumbuhan dan perkembangan
berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam
banyak hal tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan, perawatan,
bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb. Oleh karena itu semua orang
yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang
sedang tumbuh dan berkembang
3 3. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan
Proses pertumbuhan dan perkembangan
anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan
karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat
diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang tidak dapat
diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang
menyebabkan gangguan terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut
perlu diubah (dimodifikasi).
Beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut:
1. Faktor Keturunan
(herediter)
Seks
kecepatan pertumbuhan dan perkembangan
pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki
Ras
Anak keturunan bangsa Eropa lebih
tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia.
2. Faktor Lingkungan
Lingkungan eksternal
1) Kebudayaan
Kebudayaan suatu daerah akan
mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan
mendidik anak.
2) Status sosial ekonomi keluarga
Keadaan sosial ekonomi keluarga
dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai
pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan
terhadap anak
3) Nutrisi
Untuk tumbuh kembang, anak
memerlukan nutrisi yang adekuat yang didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan
nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas
maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik
yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata keadaan
emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.
4) Penyimpangan dari keadaan normal
Disebabkan karena adanya penyakit
atau kecelakaan yang dapat menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
5) Olahraga
Olahraga dapat meningkatkan
sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan menstimulasi terhadap perkembangan
otot-otot.
6) Urutan anak dalam keluarganya
kelahiran anak pertama menjadi
pusat perhatian keluarga, sehingga semua kebutuhan terpenuhi baik fisik,
ekonomi, maupun sosial.
Lingkungan internal
1) Intelegensi
Pada umumnya anak yang mempunyai
intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan
yang mempunyai intelegensi kurang.
2) Hormon
Ada tiga hormon yang mempengaruhi
pertumbuhan anak yaitu:
somatotropin, hormon yang
mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan,
berkuragnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid,
mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme;
hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks
laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang
perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur.kekurangan hormon
gonadotropin ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.
3) Emosi
Hubungan yang hangat dengan ornag
lain seperti ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh
pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat
anakberinteraksi dengan keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar
rumah. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi
B.
Keluarga
1 1. Pengertian
Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI
1998).
Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu
mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak
dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan
masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena
hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam
suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya
masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut
Salvicion dan Ara Celis).
2 2. Fungsi
Keluarga
Ada beberapa fungsi yang dapat
dijalankan keluarga, sebagai berikut :
Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila
kelak dewasa.
Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini
adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang
baik.
Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak
dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa
terlindung dan merasa aman.
Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara
instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling
pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan
mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan
tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang
mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari
sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala
keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu,
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus
selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan
suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah
dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk
meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga,
serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
3 3. Ceritakan
tentang keluarga anda
Nama saya Annisa Utami. Umur saya
19 tahun. Orang tua saya bernama Agus Sucipto dan Titin Hartini. Ayah saya
bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga.
Setiap harinya ayah saya berangkat kerja sangat pagi sebelum subuh untuk
mencari uang dan ibu saya mengurusi keperluan rumah. Saya mempunyai 2 adik.
Yang pertama perempuan dan yang kedua laki-laki. Adik saya yang perempuan
bernama Dwi Ayu Lestari berusia 15 tahun dan yang laki-laki bernama Faturrahman
Ikhsan berusia 6 tahun. Setiap harinya mereka sekolah dari pagi sampai siang.
Adik saya yang perempuan itu sangat pendiam, berbeda dengan saya dan adik
laki-laki saya yang sangat bawel. Saya sering bertengkar dengan mereka karena
sangat rusuh dirumah. Apalagi kalau saya sedang mengerjakan tugas dan mereka
malah rebut bertengkar sesuatu yang tidak penting.
4 4. Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar